Dalam rangka menurunkan angka kematian bayi, Pemerintah melakukan upaya penyediaan pelayanan bagi ibu dan juga bayi baru lahir secara terpadu dalam bentuk Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) di Rumah Sakit dan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar (PONED) di tingkat Puskesmas. PONEK adalah pelayanan kedaruratan maternal dan juga neonatal secara komprehensif dan terselenggara oleh rumah sakit dengan 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Rapid Asessment Procedure (RAP).
Pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada 13 orang informan, telaah dokumen dan observasi. Hasil penelitian berdasarkan unsur input yaitu pada sumber daya manusia masih kurangnya tim PONEK, pelatihan yang perlu meningkat, belum adanya prosedur pendelegasian wewenang, struktur organisasi menunjukkan terlalu kompleks perlu kejelasan struktur sehingga mengharapkan dapat meningkatkan pemahaman fungsi dan juga tanggung jawab dalam PONEK, dalam hal ini belum ada monitoring kepatuhan SPO, sosialisasi SPO yang masih kurang, peralatan dan juga perlengkapan sudah cukup lengkap, sistem informasi yang belum memadai, pada unsur proses belum optimal pada pelayanan penunjang yang belum berjalannya bank darah rumah sakit, pemantauan dan juga evaluasi yang belum terlaksana, dan aspek pada posisi yang belum menunjukkan komitmen terhadap pelaksanaan program yang penyebabya kurangnya pengarahan, koordinasi dan juga komunikasi.
Pada output belum tercapainya indikator operasi sectio caesarea dan juga belum adanya angka keterlambatan operasi karena jadwal operasi yang belum terorganisir. Oleh karena itu kesimpulan adalah implementasi PONEK belum berjalan optimal belum sesuai dengan standar penyelenggaraan PONEK 24 jam. Dalam hal ini, rekomendasi perlu adanya peningkatan kualitas dan juga kuantitas SDM, perbaikan fasilitas, perlu adanya regulasi terkait pelayanan maternal neonatal pada forensik klinik, pengembangan sistem informasi, meningkatkan komunikasi, sosialisasi dan juga koordinasi, meningkatkan fungsi pengarahan, pemantauan dan juga evaluasi, peningkatan fungsi RS menjadi RS mampu PONEK sehingga dapat menjalin koordinasi dan juga jejaring fasilitas kesehatan lain.
Tim PONEK ideal ditambah sebagai berikut :
- 1 Dokter spesialis anesthesi
- 1 Perawat anesthesi
- 6 Bidan pelaksana
- 10 Perawat (tiap shift 2-3 perawat jaga)
- 1 Petugas laboratorium (setingkat analis)
- 1 Petugas Radiologi
- 1 Pekarya kesehatan
- 1 Petugas administrasi
- 1 Konselor laktasi
- 1 Tenaga Elektromedik
KRITERIA SDM
Memiliki Tim PONEK esensial yang terdiri dari sebagai berikut:
- 2 dokter Spesialis Kebidanan Kandungan*
- 2 dokter Spesialis Anak*
- 2 dokter di Unit Gawat Darurat
- 3 orang bidan (1 koordinator dan 2 penyelia)
- 2 orang perawat



















